Viral Wanita Korsel Oplas 400 Kali dalam 15 Tahun, Habiskan Rp 3,5 M!

Oplas Menjadi Bagian Hidupnya
Oplas, atau operasi plastik, telah menjadi pusat kehidupan seorang wanita asal Korea Selatan ini selama satu setengah dekade. Lebih dari sekadar hobi, prosedur kosmetik ini menjelma menjadi sebuah obsesi yang mendalam. Kemudian, dunia maya pun akhirnya gempar dengan pengakuannya yang luar biasa. Media sosial dan berbagai forum daring ramai membicarakan kisahnya yang hampir tidak masuk akal ini.
Perjalanan Oplas yang Tak Terduga
Oplas pertamanya justru bukan berasal dari keinginannya sendiri. Pada awalnya, sang ibu yang mendorongnya untuk menjalani prosedur bedah pada usia yang masih sangat muda. Akibatnya, pintu gerbang menuju dunia operasi kosmetik pun terbuka lebar. Selanjutnya, satu kali Oplas berubah menjadi dua, tiga, dan terus berlanjut tanpa henti. Setiap kali ia merasa tidak puas dengan satu bagian tubuhnya, ia segera mencari solusi di meja operasi.
Angka yang Membuat Publik Terkejut
Bagaimanapun, angka 400 kali Oplas dalam kurun 15 tahunlah yang benar-benar menyita perhatian publik. Rata-rata, angka ini setara dengan lebih dari 26 kali operasi setiap tahunnya. Dengan kata lain, hampir setiap bulannya, ia menjalani proses bedah untuk mengubah penampilannya. Selain itu, total biaya yang ia keluarkan mencapai 3,5 miliar rupiah, sebuah jumlah yang sangat fantastis untuk prosedur kecantikan.
Dampak Oplas pada Kehidupan Sehari-hari
Oplas yang berulang kali ini tentu membawa konsekuensi besar bagi kesehariannya. Ia sering kali harus menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk masa pemulihan. Oleh karena itu, jadwal kerja dan kehidupan sosialnya kerap terganggu. Bahkan, aktivitas sederhana sekalipun menjadi tantangan baginya selama periode penyembuhan. Di sisi lain, rasa sakit fisik menjadi teman yang hampir tidak pernah absen dalam hidupnya.
Motivasi di Balik Oplas Ekstrem
Lalu, apa sebenarnya yang memotivasi wanita ini untuk terus menerus menjalani Oplas? Ternyata, dorongan utama datang dari standar kecantikan yang tidak realistis dan tekanan sosial yang sangat tinggi. Ia mengaku merasa terus-menerus tidak percaya diri dengan penampilan aslinya. Sebaliknya, setiap kali melihat hasil operasinya di cermin, ia justru menemukan lebih banyak kekurangan baru. Alhasil, lingkaran setan ini terus berputar tanpa akhir yang jelas.
Reaksi Netizen dan Pakar Kesehatan
Oplas ekstrem ini memicu berbagai reaksi dari netizen dan pakar kesehatan. Banyak netizen yang menyatakan kekhawatiran mereka terhadap kondisi mental dan fisik wanita tersebut. Sebaliknya, beberapa orang justru memuji keberaniannya. Sementara itu, para ahli kesehatan mental menyoroti aspek kecanduan yang mungkin dialaminya. Mereka menekankan bahwa obsesi terhadap Oplas dapat menjadi gejala dari gangguan dysmorphic tubuh. Misalnya, seseorang mungkin melihat cacat besar pada penampilannya yang sebenarnya tidak ada.
Oplas dan Fenomena Budaya di Korea Selatan
Oplas sebenarnya bukanlah hal yang asing di Korea Selatan. Negara ini memang terkenal sebagai salah satu ibu kota operasi plastik dunia. Banyak orang, terutama generasi muda, menganggap Oplas sebagai investasi untuk masa depan mereka. Namun demikian, kasus wanita ini jelas melampaui batas kewajaran. Fenomena ini membuka diskusi tentang sejauh mana masyarakat harus mengikuti standar kecantikan yang berlaku. Selain itu, industri kecantikan yang sangat masif juga turut berperan dalam mempromosikan budaya ini.
Prosedur Oplas yang Pernah Dijalaninya
Oplas yang ia jalani mencakup hampir semua bagian tubuhnya. Mulai dari wajah, seperti hidung, mata, dan rahang, hingga tubuh, seperti payudara, pinggang, dan bokong. Bahkan, beberapa prosedur ia ulang pada area yang sama untuk mendapatkan hasil yang “sempurna”. Contohnya, ia melakukan operasi hidung hingga delapan kali karena merasa bentuknya masih kurang ideal. Demikian pula, operasi pada kelopak mata ia lakukan berkali-kali hingga mendapatkan lipatan yang sesuai dengan keinginannya.
Risiko Kesehatan dari Oplas Berulang
Setiap kali Oplas, ia sebenarnya menantang risiko kesehatan yang serius. Komplikasi seperti infeksi, jaringan parut, kerusakan saraf, dan reaksi terhadap anestesi selalu mengintai. Terlebih lagi, tubuhnya mungkin sudah mengalami penolakan terhadap bahan-bahan implan yang digunakan secara berulang. Para dokter sendiri biasanya tidak menyarankan operasi plastik dalam frekuensi yang begitu tinggi. Mereka lebih menganjurkan pasien untuk mencoba menerima dan mencintai tubuh mereka sendiri.
Perkembangan Terkini Kondisinya
Sekarang, wanita tersebut dikabarkan sedang menjalani terapi untuk mengatasi ketergantungannya pada Oplas. Ia mulai menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak datang dari pisau bedah. Meskipun demikian, perjalanannya untuk sepenuhnya pulih masih sangat panjang. Ia berharap kisahnya dapat menjadi peringatan bagi orang lain yang mungkin terjebak dalam obsesi serupa. Akhirnya, ia belajar bahwa kecantikan sejati berasal dari dalam diri, bukan dari seberapa banyak operasi yang telah dijalaninya.
Oplas: Antara Pilihan dan Kecanduan
Oplas pada dasarnya merupakan pilihan personal setiap individu. Banyak orang yang menjalani operasi plastik dan merasa lebih percaya diri setelahnya. Akan tetapi, ketika Oplas berubah menjadi sebuah kebutuhan kompulsif, maka hal itu sudah memasuki wilayah kecanduan. Tanda-tandanya antara lain selalu merasa tidak puas dengan hasil, terus mencari prosedur baru, dan mengabaikan risiko kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk melakukan introspeksi diri sebelum memutuskan untuk Oplas.
Pelajaran dari Kisah Viral Ini
Kisah viral ini memberikan kita banyak pelajaran berharga. Pertama, kita perlu mempertanyakan standar kecantikan yang sering kali tidak realistis. Kedua, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ketiga, penerimaan diri merupakan kunci dari kebahagiaan yang sejati. Dengan demikian, kita dapat terhindar dari jerat obsesi terhadap penampilan fisik. Pada akhirnya, kecantikan yang paling memesona adalah yang datang dari rasa percaya diri dan penerimaan terhadap diri sendiri.
Untuk informasi lebih lanjut tentang tren Oplas di Korea Selatan, kunjungi Koran Tempo. Anda juga dapat membaca perkembangan terkini tentang fenomena ini di Koran Tempo. Selain itu, wawancara eksklusif dengan ahli bedah plastik tersedia di Koran Tempo.